Dalam market bagaimanapun juga tipe
trader didasarkan pada psikologi mereka, apa tujuan mereka dan motivasi mereka?
Beberapa orang bertrading untuk kegembiraan dan kesenangan, yang lain
bertrading murni untuk ego. Satu orang mencintai permainan dan orang yang lain
bertrading hanya untuk mendapatkan uang.
Dalam pertandingan terbesar di bumi ini
cukup mengejutkan bahwa ternyata banyak trader memiliki motivasi yang berbeda.
Dalam kenyataannya, satu-satunya motivasi yang paling masuk akal adalah
motivasi untuk menghasilkan uang, yang tentu saja menjadi tujuan nyata dari
sebagian besar trader.
Berikut adalah daftar jenis-jenis trader
yang saya amati di aneka media sosial. Kita semua mungkin saja termasuk dalam
lebih dari satu kategori saat kita bertrading. Mari kita lihat tipe-tipe apa
sajakah itu:
1. Greedy Trader
(serakah)Ini adalah tipe bagi mereka yang trading dengan lot terlalu besar dan
risiko terlalu banyak karena tujuan mereka hanyalah mendapatkan uang dengan
gampang. Mereka biasanya berakhir kerugian besar pada akun mereka.
2. New Trader
(pemula)Mereka tidak memiliki ide bagaimana market bekerja sehingga tujuan
mereka harusnya hanyalah pengetahuan. Trader baru harus tetap tekun belajar dan
bersabar sampai mereka benar-benar menguasai dan berhasil menyelesaikan seluruh
"PR" trading mereka. Tergesa-gesa untuk menghasilkan uang tanpa
manajemen risiko, metode menang, pola pikir yang tepat, dan trading plan, akan
mengakibatkan kegagalan 100% sepanjang waktu.
3. Arrogant Trader
(sombong)Tujuan mereka adalah untuk membuktikan bahwa mereka benar dan
memuaskan ego mereka yang rapuh. Trader sombong akan berbohong, menghapus tweet
dan posting, tidak pernah mengakui ketika mereka salah. Ketika mereka salah
mereka akan bersembunyi di bawah jubah, ketika mereka benar mereka akan
meneriakkannya dengan lantang dari atas atap.
4. Trend TraderTujuan
mereka hanyalah untuk menunggangi tren dan menghasilkan uang. Trend trader akan
membeli dengan harga tinggi dan menjualnya jauh lebih tinggi lagi. Kemudian ia
menutupnya jauh lebih rendah. Mereka tampak seperti jenius dalam market yang
sedang trending, tapi mereka terlihat seperti tidak mampu bertrading di saat
market berombak atau whipsawing. Dalam jangka panjang, mereka melakukannya
dengan sangat baik.
5. Scared Trader
(penakut)Tujuan mereka hanyalah agar tidak kehilangan modal mereka. Trader
jenis ini akan segera menutup trading yang loss dan segera mengambil profitnya.
Mereka sangat stres dalam trading karena tidak memahami sifat trading itu
sendiri dan tidak dapat menangani ketidakpastian atau risiko. Trader jenis ini
mempunyai pekerjaan rumah yang paling utama, yaitu mengembangkan rasa percaya
diri mereka.
6. Perma-Bull
TraderTujuan mereka hanyalah untuk membeli saham dan menahannya dalam waktu
yang lama. Membeli investasi terbaik dalam stock dan tidak punya hasrat untuk
menjualnya. Mereka selalu percaya rally besar berikutnya pasti akan terjadi.
Trader Perma-bull juga suka membeli dari tingkat support yang lebih
rendah.
7. Perma-Bear
TraderTujuan mereka hanyalah untuk menjual saham. Mereka selalu berpikir bahwa
market adalah suatu wadah yang penuh dengan tubrukan besar. Mereka
"tahu" ekonomi berantakan dan market cenderung turun. Dalam market
bullish mereka percaya harga terlalu tinggi dan akan berbalik tajam. Dalam
market bearish mereka percaya price akan turun jauh lebih rendah.
8. Prophet Trader
(Nabi)Tujuan mereka adalah untuk ikut memprediksi pergerakan market dengan
benar kemudian membiarkan mengetahui prediksi mereka tersebut. Mereka selalu
berpikir mereka tahu bagian top atau bottom. Mereka mencintai target dan
percaya bahwa grafik menunjukkan dengan tepat apa yang akan terjadi
selanjutnya. Mereka tidak benar-benar membahas trading mereka sendiri, mereka
hanya memprediksi harga.
9. Paper Trader (kertas)Mereka
mencintai market dan mempelajari lebih dari siapa pun tetapi tidak pernah cukup
untuk membuatnya terjun kedalam real trading. Mereka tinggal di dunia yang
nyaman dengan trading di atas kertas dan membuatnya lebih dari sekedar hobi.
Mereka hanyalah orang-orang yang tidak bisa bertransisi ke market yang
sebenarnya.
10. Rich Trader
(kaya)Tujuan mereka hanyalah untuk secara konsisten menghasilkan uang dan
mengembangkan modal mereka dalam jangka panjang. Mereka tidak meminta tips atau
saran, mereka telah menyelesaikan PR nya dan mereka trading dengan metode
sendiri. Mereka meningkatkan kepercayaan diri dan metodenya terlepas dari
apakah mereka profit atau loss.
Sumber:newtraderu.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar